Catatan Inspirasi dari Dr. Eng. Khoirul Anwar

Dakwah dan Kaitannya dengan Profesi, serta Waktu Kita.

Umat islam harus memiliki berbagai pengalaman, kemampuan, sarana dan peralatan yang menjadikan mereka mampu untuk berproduksi guna memenuhi kebutuhannya baik secara materi ataupun non materi,

Fardhu kifayah bagi ummat islam. Ini meliputi segala pengetahuan, profesi, kerajinan, atau keterampilan yang dapat memenuhi kehidupan hidup manusia baik terhadap agama atau dunianya.

Wajib bagi kita mempelajari dan mengarjarkannya serta memperdalam (mengambil spesialisasi), sehingga umat islam tidak lagi bergantung kepada umat lainnya dan tidak dikusai oleh umat lain. Oleh karena itu saya selalu berbahagia jika bertemu dengan para penuntut ilmu seperti teman-teman semua di sini.

Kita semua termasuk yang setiap hari meningkatkan kafaah, meningkatkan skill, meningkatkan spesialisasi kita masing-masing sehingga suatu saat islam benar-benar luar biasa karena kualitas umatnya Insya Allah.

Profesi kita juga bermanfaat untuk dakwah islam di luar negeri (luar Indonesia)

Orang jepang bilang kepada saya tentang apa perlunya beragama islam. Karena mereka tidak beragama islam saja negara mereka lebih bagus dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Tidak beragama islam saja mereka sudah aman, sedikit kriminalitas, sedikit kemiskinan. Tidak beragama islam saja teknologi di negara Jepang berkembang pesat. Riset berkembang, banyak dana penelitian. Orang-orang jujur dan bekerja lebih keras daripada negara-negara islam.

Saya sampaikan kepada mereka bahwa Indonesia sedang menuju ke sana. Kita sedang bejuang, gambatte, sedikit demi sedikit memperbaiki indonesia. Itu semua tantangan umat islam.

Umat islam, secara fisik mungkin kalah dibanding negara seperti  Jepang, tetapi kami punya hati yang luas, punya kualitas ruhiyah yang bagus. Kami punya konsep hidup yang bagus. Punya konsep bahagia dalam hidup meski tidak minum osake (alkohol). Mereka kaget ketika mengetahui konsep islam dalam kaitan dengan bunuh diri.

Orang jepang menganggap bahwa membunuh orang lain dilarang, tetapi membunuh diri sendiri boleh, karena ini adalah badan mereka. Betapa kagetnya mereka saat islam, badan inipun kita pinjam dari Allah swt. Kita tidak bisa menciptakan badan untuk diri kita sendiri.

 

Rekan-rekan semua.

Kita perlu yang namanya izzah. Izzah (harga diri) ini muncul karena kemandirian diri kita, kemandirian umat islam. Allah SWT telah menetapkan izzah ini dalam surat al munafiqun : 8

“walillahi ‘izzati wa li rasulihi wa lil mukminin ”

Yang artinya : “izzah (kekuatan) itu hanyalah bagi Allah, Rasulnya dan orang-orang mukmin”

Ayat ini berkaitan dengan Abdullah Bin Ubay. Dimana dia tidak ada lagi ada peluang menjadi pemimpin di Madinah setelah kedatangan Rasullullah. Abdullah Bin Ubay membahasakan dirinya orang yang lebih mulia, sedangkan Muhammad dan sehabatnya lebih hina. Tetapi dalam timbangan Allah, hal yang sebaliknya.

Imam Al Qurtubi mengatakan bahwa orang munafik mengira bahwa orang mulia adalah yang banyak harta dan banyak pengikut. Lalu  Allah swt menjelaskan tentang izzah, tentang kemuliaan hanya diberikan kepada Rasulnya dan ummat yang beriman.

Terkait izzah di sini berhubungan  dengan sifat Allah, Al Aziz.

Ana tadi malam sehabis sholat isya berjamaah di JAIST di Ishikawa, bertemu dengan orang mesir. Saya bertanya apa maksud Al Aziz dalam bahasa Arab. Orang mesir ini menjawab bahwa banyak yang mengartikan perkasa atau kuat. Tetapi sebnarnya menurut yang dia pahami, adalah begitu mulia sehingga kita tidak ada  apa-apanya. Karena kemulian-Nya bukan Allah yang harus mendekat dengan kita, tetapi kitalah harusnya yang berusaha mendekat kepada Allah swt.

Dengan skill tadi, kafaah, keahlian kita, kita akan mandiri dan dekat dengan dengan kemuliaan karena fitrahnya kita ini mulia . jadi percakapan dengan orang jepang tadi bisa rekan-rekan pahami bahwa kita seharusnya lebih mulia dari mereka  dari dua sisi,

1. Sisi ruhiyah, kualitas iman, kualitas ibadah

2. Sisi skill, iptek, ekonomi

Hanya nomor 2 ini kita sering agak terbelakang. Semoga dalam pertemuan ini kita makin bersemangat meraihnya.

Rekan-rekan semua. Jika kita runut lagi setelah mencapai dua hal tadi, kira-kira apa sih yang ingin kita raih ?

Tujuan final kita adalah islam ini menjadi uztaziatul alam, menjadi sokoguru dunia. Tapi ini tidak akan tegak jika kita terlambat mandiri, jika kita terlambat berproduksi, jika kita terlambat dalam bekerja, jika kita terlambat dalam berprestasi.

Terus, langkah konkretnya bagaimana ?

Dalam pertemuan singkat ini, saya ingin memberikan 2 hal praktis :

1. Tingkatkan terus skill kita. Milikillah mimpi yang lebih besar lagi

Jangan hanya bermimpi untuk lulus master atau doktor saja. Jangan hanya bermimpi untuk dapat kum dan promosi  saja. Tapi lebih dari itu. Berusahalah menemukan sesuatu yang baru, yang dengan itu nama kalian akan dikenang banyak orang ratusan tahun mendatang.

Ilham diturunkan langsung oleh Allah kepada ilmuwan. Baik itu ilmuwan muslim atau non muslim. Kita yang dibanding orang kafir insya Allah lebih dekat kepada Allah swt. Sering-seringlah minta dari Allah swt. Mendekatkan diri kepadanya, disertai kesungguhan

2. Serius dalam hal apapun

Jika kita diberi amanah, jangan memilih-milih. Kerjakan dengan sebaik-baiknya. Orang yang ikhlas hanya berharap pahala Allah. Mereka tidak menghitung-hitung apakah ada benefit untuk dirinya atau tidak tetapi hanya ridha Allah yang dicari. Orang-orang seperti itu akan ringan dan selalu bahagia dalam bekerja. Bagi mereka semua pekerjaan adalah ringan. Menulis jurnal ringan, eksperimen, banyak banyak paper, buku sangat ringan. Tidak pernah kecewa dengan apa yang telah dikerjakan. Mereka mempersembahkan pekerjaan itu sebagai yang terbaik untuk Allah swt.

Saya banyak pengalaman tentang ini. Termasuk ketika diundang mengisi seminar-seminar yang diadakan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) atau juga I-4 (Ikatan Ilmuan International Indonesia). Kadang ada pikiran ini tidak ada manfaatnya untuk karir saya di lab. Karena tidak dievaluasi oleh HRD. Hanya saja saya selalu yakin bahwa Allah maha adil. Segala sesuatu ada manfaatnya. Nah, waktu saya ke Belanda tahun 2008. Ke sana pakai uang sendiri (karena tidak tahu apakah diganti panitia atau tidak). Saya ke Tokyo apply visa. Agar hemat terus naik bus malam. Berat rasanya melakukan sesuatu yang tidak jelas ujungnya. Tidak jelas manfaatnya. Tapi yakin saja bahwa Allah maha adil. Ternyata di Belanda saya bertemu dengan beberapa wartawan. Mereka tanya-tanya yang saya kerjakan. Nah, sejak itu saya mulai dikenal masyarakat. Semoga semua ada manfaatnya untuk agama kita. Aamiin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persiapan Mencari Beasiswa Kampus LN (Jepang)

Berikut Persiapan-persiapannya :

A. Tes

Ada 2 Jenis tes yang perlu dipersiapkan, yakni :

  1. Bahasa Inggris (TOEFL, iBT > 80, ITP > 550 / IELTS > 6.5)
  2. GRE bisa cek di Sini

Ada 2 kemampuan GRE yakni : Verbal > 156 ; Quantitative > 146

B. Dokumen

  1. Transkrip Nilai
  2. Ijazah

Kedua dokumen di atas tentunya sudah di-translate ke dalam bahasa inggris.

C. Referensi

  1. Surat rekomendasi dari Prof / Pembimbing di Kampus Asal
  2. Surat rekomendasi dari tempat bekerja (Bagi yang sudah bekerja)

D. Cari Professor / Interest – universitas / program yang diminati

E. Jika sudah dapat universitas atau program yang diminati, langkah selanjutnya adalah mengirimkan Surat (Email)      Expression of Interest, Research Plan ke Professor – Univ / Program yang dituju. Hal ini bisa mengirimkan ke 10,     20, 30, 40, bahkan 50 Professor. Disertai dengan rencana pendanaan (Teaching Assistant-TA atau Research Assistant-RA)

F. Jika telah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari Professor yang dituju, maka langkah selanjutnya adalah mendaftar ke Admission kampus.

Bismillah…

 

Sebuah “Wasiat”

Saudaraku,

Janganlah putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim.

Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok.

Waktu masih panjang dan hasrat untuk/akan termujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka.

Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya, dan yang kuat tidak akan sealamanya kuat.

Allah swt berfirman,

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang tertindas di bumi (mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu” (Q.S Al-Qoshas : 5-6)

Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat.

Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang dideritanya.

Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi akan tetap berputar dan kejayaan itu akan kembali ke kita. Hanya Allah lah harapan kita satu-satunya.

Bersiap-siap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari. Karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari.

Kita harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak bolehg berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tidak mengenal kata “Berhenti” dalam berjihad.

Allah swt Berfirman,

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan jalan-jalan Kami” (Q.S Al- Ankabut : 69)

Hanya Allah lah dzat yang maha agung, bagi-Nya segala puji.

 

*) Dikutip dari buku : Dakwah & Hati, Abbas As-Sisi

Tentang Evaluasi

Sahabat-sahabat sekalian yang insya Allah selalu merindukan ridho Allah SWT, tentunya yang ada di sini adalah para aktivis atau pegiat-pegiat lembaga semasa di kampus (atau yang sudah lulus mantan aktivis lembaga). Seperti Aktivis Lembaga Dakwah Kampus (ADK), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), HMJ atau HIMA berbasis kedaerahan, dsb.

Tentunya dalam menggerakkan lembaga-lembaga  tersebut menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang umum digunakan seperti POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, and Evaluating), atau juga menggunakan prinsip manajemen yang lainnya. Saya yakin sobat-sobat Read the rest of this entry

Nilai Pas-Pasan Dapat Beasiswa ? Mungkinkah ?

Pasti banyak yang bertanya, apakah mungkin mendapatkan beasiswa ke luar negeri dengan nilai yang pas-pasan ?

Melalui satu pertanyaan diatas, saya ingin bercerita tentang pengalaman diri saya pribadi yang diharapkan dapat menambah semangat teman-teman yang sedang mencari kesempatan beasiswa. Ya, saya tidak malu untuk mengatakan bahwa nilai saya sebelumnya memang pas-pasan. Tetapi, pada kenyataannya hal itu tidak menutup jalan saya mendapatkan beasiswa, salah satunya untuk mengenyam pendidikan di University of Glasgow, United Kingdom, dengan mendapatkan pembebasan biaya kuliah selama menempuh sekolah tingkat master ini.

Tidaklah perlu berkecil hati bagi teman-teman yang memiliki permasalahan yang sama dengan saya Read the rest of this entry

Tentang Skripsi

download

# Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.

# Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.

# Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah simulasi cara berkarya/ bekerja setelah lulus kuliah.

# Menunda-nunda pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal.

# Akhirnya skripsi yang ditunda-tunda itu tetap harus diselesaikan juga.

# Membaca referensi banyak-banyak buat skripsi itu baik, tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik 🙂.

# Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lagi.

# Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya.

# Skripsi yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dng KEJUJURAN.

# Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik 🙂.

# Dan akhirnya, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai 😀

[@aniesbaswedan, 2012]

Ketekunan yang Langka

Ketekunan yang Langka
Oleh: Prof.Dr.Ir.Andi Hakim Nasoetion

Seorang dosen kembali dari Tokyo membawa gelar Magister Sains Genetika Ikan. Ia melapor akan keberhasilannya itu. Yang ditanyakan rektornya ialahapa yang membuatnya terkesan dengan program pendidikan pascasarjana di Jepang. Maka ia pun menggeleng-gelengka n kepalanya. Katanya, seumur-umurnya baru pada ketika itu ia selama bangun hanya memikirkan dan berbicara tentang ikan atau tentang genetika atau tentang genetika ikan. Pagi hari ketika sarapan ia berbincang dengan kawan sekerjanya tentang perilaku ikan. Di dalam laboratorium ia diajak berdiskusi mengenai DNA oleh dosennya, dan sewaktu makan siang di sela-sela memotong-motong filet tongkol, ia berbincang tentang daerah penangkapan tongkol di daerah Kepulauan Aru. Malam harinya sewaktu tidur, ia bermimpi tentang ikan. Tidak diceritakannya apakah sebelum bermimpi mengenai ikan itu keesokan harinya ia menang undian berhadian (karena ada satu mitos jika mimpi mendapatkan ikan akan ketiban rejeki).

Kemudian lagi rektornya bertanya kepadanya peristiwa apa yang paling mengagetkan yang dihadapinya di kampus asalnya sewaktu ia kembali mengajar. Ternyata ia terkejut sekali ketika melihat warga kampus sewaktu sedang Read the rest of this entry

Core Baru Gerakan Mahasiswa

Demo 98

Gerakan mahasiswa di Indonesia sebenarnya telah hadir sejak lama. Sehingga kita mengenal banyak gerakan mahasiswa sesuai dengan periode ketika itu. Mulai dari gerakan mahasiswa tahun 1966 atau disebut dengan gerakan mahasiswa angkatan 66, gerakan mahasiswa angkatan 72, gerakan mahasiswa 80 an, gerakan mahasiswa 90 an, hingga yang masih segar dalam ingatan kita adalah gerakan mahasiswa 98 yang berhasil menurunkan rezim orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun.

Pertanyaanya : bagaimana dengan gerakan mahasiswa sekarang ?

Kultur mahasiswa sekarang tentunya berbeda dengan mahasiswa jaman dulu. Ambil contoh yang paling dekat dengan kita yakni ketika jaman 90-an . Pada era ini kultur mahasiswa, lebih mencolok pada sisi Read the rest of this entry

Willpower

Roy Baumeister dalam bukunya yang berjudul Willpower – Rediscovering the Greatest Human Strength, menulis : willpower itu ternyata punya prinsip kerja seperti reservoir (semacam cadangan air dalam tangki). Jadi bayangkan, willpower kita itu bekerja seperti simpanan air dalam botol. Dan studi yang dilakukan Baumeister menunjukkan, cadangan willpower itu terkuras dengan cepat saat kita dihadapkan pada tantangan sehari-hari yang selalu menerpa kita.

Tantangan rutin seperti : menelusuri kemacetan di jalanan, disergap berita-berita buruk yang terus mengalir, menghadapi beban pekerjaan yg menumpuk; semuanya membuat cadangan willpower mudah menguap. Dan sayangnya, willpower dalam tubuh kita tidak bisa dibagi-bagi per jenis tantangan. Read the rest of this entry

Akademikku Dakwahku !

Amanah dan akademik, keduanya adalah kebaikan
maka mereka tak bisa diadukan tidak sepatutnya menjadi dua pilihan.
karena sejatinya, seharusnya keduanya dipadukan. Mereka saling melengkapi.

Amanah dan akademik, Keduanya memiliki hubungan hubungan positif.
Karena ketika terlibat dalam da’wah, seharusnyaberbanding lurus dengan
peningkatan prestasi akademik kita. karena amanah, seharusnya membuat kapasitas diri kita ter-upgrade, bukan sebaliknya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian”
(QS Muhammad: 7)

Segera Laksanakan #SMART MISSION !!!

Sumber : LDK UNJ

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.