Bagaimana Mengatur Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara Dalam Kehidupan Sehari-Hari ?

A.    Pendahuluan

            Indonesia merupakan salah satu negara demokratis yang mempunyai beberapa kriteria sehingga Indonesia dapat dikatakan sebuah negara. Menurut beberapa teori, sebuah negara terbentuk terdiri dari 3 kriteria, yakni Ada pemerintah, ada Warga negara, dan ada wilayah yang merupakan tempat warga negara beserta pemerintah berada dan beraktivitas.

            Warga negara memiliki peran yang vital bagi keberlangsungan sebuah negara. Oleh karena itu, hubungan antara warga negara dan negara sebagai institusi yang menaunginya memiliki aturan atau hubungan yang di atur denagan peraturan yang berlaku di negara Indonesia. Negara mempunyai hak dan kewajiban terhadap warga negaranya, begitu juga warga negara mempunyai hak dan kewajiban kepada negara.

            Dalam makalah ini kami membatasi tema pembahasan hanya pada bagaimana pengaturan hak dan kewajiban warga negara kepada negara. Hal ini menunjukkan bagaimana sebagai warga negara yang baik dapat menunaikan hak dan kewajiban sehingga tercipta keadilan, keselarasan, kerukunan, dan kesejahteraan.

 B.     Pengertian Hak dan Kewajiban

            Menurut Prof. Dr. Notonagoro Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Menurut pengertian tersebut, individu maupun kelompok ataupun elemen lainnya, jika menerima hak hendaknya dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain.

            Pengertian Kewajiban menurut Prof. Dr. Notonagoro adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melalui pihak tertentu, tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntu secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban pada intinya adalah sesuatu yang harus dilakukan.

C.    Pengertian Warga Negara

            Pengertian warga negara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) adalah penduduk sebuah negara atau bangsa berdasrkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seseorang warga negara itu.

            Sementara itu, AS Hikam dalam Ghazalli (2004) mendefinisikan warga negera yang merupakan terjemahan dari citizenship adalah anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri

            Dalam konteks Indonesia, Istilah warga negara seperti yang tertulis dalam UUD 1945 pasal 26 dimaksudkan: “Warga negara adalah Bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara”.

            Dari sudut hubungan antara negara dan warga negara, Koerniatmanto S mendefinisikan warga negara dengan konsep anggota negara. Sebagai anggota negara, warga negara mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya.

D.    Hak dan Kewajiban Warga Negara

            Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa warga negara merupakan anggota negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya. Dengan demikian, warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negaranya.

Dalam hal ini Indonesia, hak warga negara terhadap negaranya telah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 dan berbagai peraturan lainnya yang merupakan turunan dari hak-hak umum yang digariskan dalam UUD 1945. Hak-hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Beberapa hak dan kewajiban tersebut antara lain :

  • Hak memperoleh kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945
  • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Pasal ini menunjukkan asas keadilan sosial dan kerakyatan
  • Hak membela negara. Pasal 27 ayat (3) juga dinyatakan “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”
  • Hak berpendapat, berserikat dan berkumpul, seperti yang tercantum dalam pasal (28) UUD 1945 yang berbunyi “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.
  • Hak kebebasan beragama dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya, sesuai dengan Pasal (29) dinyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu”
  • Hak untuk mendapatkan pengajaran, seperti yang tercantum dalam pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945

(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran

(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran       nasional yang diatur dengan UUD 1945.

  • Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Hal ini dijelaskan dalam Pasal 32 UUD 1945 ayat (1), “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”.
  • Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Pasal 33 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) UUD 1945 berbunyi :

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikusai oleh negara.

(3) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikusai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat

(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadialan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

  • Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. Dalam pasal 34 UUD 1945 dijelaskan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Kewajiban warga negara terhadap negara Indonesia, antara lain :

  • Kewajiban menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”
  • Kewajiban membela negara, seperti yang tercantum dalam pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang telah ditulis sebelumnya.
  • Kewajiban dalam upaya pertahanan negara, seperti yag sudah dituliskan di atas pada pasal 30 ayat (1) UUD 1945

Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang. Bidang-bidang ini antara lain adalah bidang politik dan pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, pendidikan , ekonomi, dan pertahanan.

            Prinsip utama  dalam pengaturan hak dan kewajiban warga negara adalah terlibatnya warga negara (langsung atau perwakilan) dalam setiap perumusan hak dan kewajiban tersebut sehingga warga sadar dan menganggap hak dan kewajiban tersebut bagian dari kesepakatan mereka yang dibuat sendiri.

            Disamping itu, Setiap penduduk yang menjadi warga negara Indonesia, diharapkan memiliki karakteristik yang bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh warga negara, sehingga muncul suatu identitas yang  mudah dikenali sebagai warga negara.

            Sejumlah sifat dan keraketer wrga negera Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab

Sifat ini adalah sikap sopan santun, ramah tamah, dan melaksanakan semua tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai warga negara yang dikenal murah senyum, dan ramah, identitas tersebut sepatutnya dijaga dan dipelihara.

2. Bersikap kritis

Sifat ini adalah sikap dan prilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid (sah) serta argumentasi yang akurat. Sifat kritis ini diperlukan oleh setiap warga negara guna menyaring segala informasi dan aktivitas baik mengenai perorangan, pihak-pihak tertentu maupun aparat pemerintahan, sehingga dapat mencegah segala pelanggaran maupun eksploitasi yang mungki terjadi.

3. Melakukan diskusi dan dialog

Sifat ini adalah sikap dan prilaku dalam menyelesaikan masalah. Hendaknya dilakukan dengan pola diskusi dan dialog untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi.

4. Bersikap terbuka

Sifat ini adalah sikap dan prilaku yang transparan serta terbuka, sejauh masalah tersebut tidak bersifat rahasia. Keterbukaan akan mencegah pelanggaran/peenyimpangan dan mampu membangun sikap mental yang positif dan profesional

5. Rasional

Sifat ini adalah pola sikap dan prilaku yang berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. Sifat rasional ini identik dengan tingkat pendidikan warga negara

6. Adil

Sifat ini adalah sikap dan prilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. Adil merupakan kata yang mudah diucapkan, namun pelaksanaannya menghadapi beberapa kendala. Prilaku adil harus dipupuk dan dilatih sejak dini kepada generasi muda, karena keadilan akan membawa kedamaian di kemudian hari

7. Jujur

Sifat ini adalah sikap dan prilaku yang berdasarkan data dan fakta yang sah dan akurat. Kejahatan korupsi yang telah mengakar di Indonesia merupakan contoh ketidakjujuran yang sangat terlihat, dan telah banyak menyengsarakan rakyat banyak dan menyebabkan ketakutan investor dari negara lain masuk Indonesia.

About these ads

Posted on Februari 14, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: